UPAYA HUKUM DALAM LINGKUNGAN PERADILAN TATA USAHA NEGARA

oleh Giswa Juanda

Sistem peradilan di Indonesia menganut pemeriksaan dalam dua tingkatan yakni pemeriksaan tingkat pertama yang dilakukan oleh pengadilan tingkat pertama dan pemeriksaan tingkat kedua yaitu merupakan pemeriksaan ulang yang dilakukan oleh pengadilan tinggi. pengadilan tingkat pertama sendiri yaitu Pengadilan Negeri (PN), Pengadilan Agama, Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), Pengadilan Militer sedang pengadilan tinggi tingkat kedua yaitu Pengadilan Tinggi (PT), Pengadilan Tinggi Agama, Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN), dan Mahkamah Tinggi Militer.

Upaya hukum merupakan hak dari pihak yang dikalahkan untuk tidak menerima putusan pengadilan, yang berupa perlawanan atau banding atau kasasi atau hak untuk mengajukan permohonan peninjauan kembali dalam hal menurut cara yang diatur oleh undang-undang. Upaya hukum terhadap putusan pengadilan ialah usaha untuk mencari keadilan pada tingkat pengadilan yang lebih tinggi dari pengadilan yang menjatuhkan putusan tersebut.

Read More...

KEJAHATAN POLITIK

Dalam suatu peraturan tidaklah menutup kemungkinan tidak diakomodirnya beberapa hal yang yang penting didalamnya. Luputnya hal tersebut membuat suatu dampak bagi ketidakpastian dalam proses penegakan hukum, oleh karenanya diperlukan suatu aturan baru baik yang bersifat melengkapi atau sama sekali baru untuk merubah aturan yang lama. Begitu halnya mengenai tindak pidana di Indonesia yang pada kenyataannya dalam perkembangan model-model kejahatan yang ada KUHP tidaklah sanggup untuk mengakomodir itu semua sehingga lahirlah hukum pidana khusus.

Read More...

Dasar Kekuatan Mengikat Suatu Tata Hukum

oleh Giswa Juanda

Konflik kepentingan kadang tak dapat dielakkan dalam interaksi manusia dikeseharian hidupnya. Berbagai kepentingan memunculkan banyak kebutuhan untuk mereka penuhi. Setiap manusia sebagai individu memiliki kepentingan dalam hidupnya. Untuk memenuhi kepentingannya manusia melakukan perbuatan dan tindakan. Ketika berada dalam suatu tatanan masyarakat yang kecil dan homogen cenderung tidak menimbulkan masalah. Namun berbeda jika kita melihat pada lingkungan masyarakat yang heterogen dan plural.

Setiap individu menghendaki kepentingannya tidak diganggu gugat oleh invidu lain. Ketika ada benturan kepentingan maka hukum muncul untuk memberikan pembatasan. Hukum menjadi sebuah rambu dan acuan bagi setiap individu untuk memenuhi kepentingan agar tidak saling bergesekan atau paling tidak meminimalisir pergesekan kepentingan tadi.

Read More...

Kegiatan Usaha Badan Hukum Yayasan Menurut Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2004

oleh Giswa Juanda

Sejauh ini Indonesia telah menerbitkan dua Undang-undang mengenai badan hukum Yayasan yakni Undang-undang Nomor 16 tahun 2001 dan Undang-undang Nomor 28 tahun 2004 sebagai perubahan dari undang-undang nomor 16 tahun 2001. Sebelumnya, yayasan didirikan dengan dasar kebiasaan dalam masyarakat serta Yurisprudensi Mahkamah Agung. Oleh karenanya Yayasan berkembang di masyarakat tanpa ada aturan yang jelas. Akibatnya, banyak Yayasan yang disalahgunakan dan menyimpang dari tujuan semula yaitu sebagai lembaga yang nirlaba dan bertujuan sosial, keagamaan dan kemanusiaan. Sedangkan status hukumnya sebagai badan hukum masih sering dipertanyakan oleh banyak pihak, karena keberadaan Yayasan sebagai subyek hukum belum mempunyai kekuatan hukum yang tegas dan kuat.

Read More...

Perlindungan Hukum Bagi Pengguna Jasa Pengangkutan Udara di Indonesia

oleh Giswa Juanda

Kebutuhan akan media yang bisa cepat meringankan serta mengefektifkan kegiatan manusia dalam kesehariannya membuat sarana transportasi semakin penting. Kebutuhan tadi menciptakan tuntutan (demands) dari masyarakat akan sarana pengangkutan yang ideal. Ideal baik dari sisi kualitas, kuantitas serta perlindungan yang ditawarkan akan keselamatan mereka sebagai pengguna jasa angkutan. Pesatnya jasa angkutan darat yang merebak dibarengi dengan meningkatnya tekhnologi lalu menyusul ke jasa angkutan laut yang menawarkan kenyamanan masing-masing hingga ke jasa angkutan udara yang semakin diminati oleh masyarakat. Dari ketiga jasa angkutan yang ditawarkan diatas, jasa angkutan udara memang yang paling terakhir berkembang dan kini menjadi andalan bagi beberapa pelaku usaha yang bergerak dalam jasa angkutan. 

Read More...

Asuransi Rangkap

oleh Giswa Juanda

Poin terpenting dalam suatu asuransi yakni wajib adanya suatu pengembalian kerugian, dalam hal ini wajib terdapat suatu kerugian yang layak untuk di beri suatu ganti atas kerugian tadi. Pada KUHD pasal 252 disebutkan tidak diperbolehkannya dilakukan asuransi yang kedua dalam jangka waktu yang telah ditentukan, dengan adanya bahaya yang serupa pada barang-barang yang telah diasuransikan dengan harga penuh dari barang-barang yang telah di asuransikan tadi. Artinya asuransi yang kedua merupakan asuransi yang dilarang oleh undang-undang.

Read More...

ANALISIS PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR 2498 K/Pdt/2000

oleh Giswa Juanda

Pembuktian Adanya Perbuatan Melawan Hukum Terhadap Termohon Kasasi I

Untuk mengetahui adanya perbuatan melawan hukum atas tindakan yang dilakukan oleh Rizal Hadi selaku Termohon Kasasi I, dahulu Tergugat I, haruslah melihat kualifikasi sebagai perbuatan melawan hukum dengan memenuhi syarat-syarat perbuatan melawan hukum sebagai berikut:

a.Perbuatan
Perbuatan Termohon Kasasi atas ketidak hati-hatiannya menyebabkan hilangnya nyawa alm. Salbiah
Read More...

Sok Melek-Sok Denger!!


Read More...

Tukang Jagal Mafia Hukum


Read More...

Lingkunganku Hidupku


Read More...

RIBUT

oleh Giswa Juanda
akubukanmanusiapurba.blogspot.com

‘Ribut!!’ Menengok lantas berlari kencang,
sangat kencang sejauh 313,5 m melintasi jembatan ’45..
(Lomba Marathon, 13 Januari 2002, usia 13 th)

‘Ribut!!’ Menengok dan terdiam dengan peluh menetes dari kening lebarnya..
(Melamar istrinya, 12 April 2015, usia 26 th)

‘Ribut!!’ Menengadah dan berdiri membaca sebait puisi karya Slamet Anwar lantang-lantang..(PORSENI, 9 Februari 2000, usia 11 th)

Read More...

Organisasi Apa Ini

oleh Giswa Juanda
akubukanmanusiapurba.blogspot.com

Melihat dari judulnya seolah mempertanyakan sesuatu yang berangkat dari ketidaktahuan, atau bisa diintepretasikan sebagai suatu kekecewaan atas ketidakpuasan akan sesuatu, dalam hal ini sebuah organisasi. Kedua intepretasi diatas bisa saja benar, namun tidak bisa diartikan secara parsial saja, artinya ada hal lain yang harus dilihat untuk mendapat makna yang sebenarnya. Tulisan ini ditulis berangkat dari keinginan untuk memetakan hal apa saja yang telah saya dapatkan dari organisasi ini, hal apa saja yang telah saya berikan pada organisasi ini.



Read More...

Distorsi Nilai Penyiaran

oleh Giswa Juanda
akubukanmanusiapurba.blogspot.com


Farhan tetap duduk lekat-lekat di karpet itu, rutinitasnya memandangi kotak elektronik yang memendarkan cahaya visual nampaknya membuatnya mengacuhkan permainan lainnya, permainan yang lebih mendidik ketimbang menyaksikan acara yang diprogram untuk menghipnotis bocah seusianya untuk pasif.

”Mak, Ular, Mak Ular!!” rengeknya kepada biyung asuhnya meminta disetelkan televisi yang menyiarkan tontonan kisah-kisah irrasional. Tidak hanya Farhan, bocah 3 tahun, namun juga nenek serta biyung asuhnya pun terbawa ke persepsi yang acara itu tayangkan. Sungguh memilukan pikirku, beberapa tayangan televisi di Indonesia masih menganggap penontonnya sebagai komoditi, bukan sebagai subjek yang dipandang cerdas.

Apabila diperhatikan, kualitas dunia penyiaran di Indonesia semakin meningkat dalam hal penggunaan teknologi, namun dari segi substansi penyampaian fungsi mereka sebagai media penyiaran, sangatlah kurang.
Read More...

Televisi, Penunjang Pola Hidup Masyarakat Kekinian

oleh Giswa Juanda
akubukanmanusiapurba.blogspot.com

Nadut; 3 tahun; Pengangguran

(06.00-07.00) Rebahan depan TV sambil nonton kartun pagi..
(09.30-11.30) Mainan mobil-mobilan, minum susu, teriak-teriak, sambil nonton Sinetron Adaptasi..
(11.30-13.30) Tidur dengan dot di mulut, dan remote TV ditangan..
(14.30-16.00) Nonton Cartoon Channel, Sinema anak, sambil tiduran dan nglemparin sesuatu ke Ucil (kucing rumah)..
(16.30-17.30) Maen ke tempat tetangga sesama balita pengangguran buat nonton bareng sebangsa Tom and Jerry, atau sebaliknya, mengajak mereka nonton bareng di rumah..
(19.00-21.00) Lompat-lompatan, corat-coret kertas, ngedot, sambil nemenin Neneknya nonton Sinetron..
(21.00-06.00) Tak sadarkan diri, terlelap..

(7 dari 11 jam masa sadarnya beraktivitas bersama TV)

Read More...

Tabir Hitam Penegakan Hukum di Indonesia

oleh Giswa Juanda
akubukanmanusiapurba.blogspot.com


Beberapa waktu ini dunia hukum di Indonesia dikejutkan dengan fakta-fakta yang mencuat mengenai praktik penyimpangan penegakan hukum yang dilakukan bahkan oleh para penegak hukum itu sendiri. Bukan hal yang kecil, secara kuantitas, kerugian yang diciptakan mampu menyisakan tanda tanya besar atas managemen keuangan negara. Penjaringan kambing hitam pun gencar dilakukan guna mencari seseorang yang patut untuk mendapat pelimpahan tanggung jawab kesalahan tadi. Layaknya mencabut tanaman yang berakar serabut, pertama, kita kesusahan menariknya hingga bersih karena luasnya jaringan akar tadi, kedua, apabila penanganannya tidak tuntas maka dimungkinkan muncul tunas-tunas baru yang serupa dengan sebelumnya. Inilah yang terjadi sekarang, kerugian imateriil membuyarkan kualitas hukum di Indonesia, dan lantas mencukil martabat bangsa Indonesia sendiri.

Read More...

Pisang ”Seribu”

oleh Giswa Juanda
akubukanmanusiapurba.blogspot.com

“Twiiit, tut tut twiiit jess jess..”, suara kereta Purwojaya jurusan Jakarta-Purwokerto yang kami tumpangi biar sampai rumah setelah satu minggu liburan di Ibu Kota, gak usah dibalik jadi Kota Ibu karena nanti jadi pada gak sepakat gara-gara kita masing-masing punya ibu yang berbeda lokasi idupnya, ibu saya sekarang ada di kota Ternate, bukan Jakarta, jadi Kota Ibu bagi saya adalah Ternate bukan Jakarta. Tapi gak penting bahas itu, jadi bahas lah kepulangan kami dengan kereta ekonomi ini. Kereta yang sangat merakyat, sampai-sampai pejabat gak mau naik kereta ini karena mereka bukan rakyat, tapi pejabat, pejabat yang ngurusin rakyat.

Aku dan kedua kawanku, Sapto dan Gabeng lagi beruntung, dapet tempat duduk di kereta kelas ekonomi yang biasanya sesak penuh-penuh, penuh ama orang, penuh ama barang, penuh ama keringat, penuh ama bau-bauan, juga penuh ama sekali lagi ”rakyat”. Rakyat yang pada naik lebih banyak daripada kursi tempat
Read More...

Alamatnya mana mas?

oleh Giswa Juanda
akubukanmanusiapurba.blogspot.com

Beberapa hari lalu organisasiku sedang mengadakan suatu pelatihan bagi anggota-anggotanya yang masih magang, dan seperti biasa beberapa diantara anggota tadi meminta untuk dibantu keberadaannya di sekre dengan minta jemput. Dan kebetulan beberapa kali juga aku dimintai pertolongan untuk menjemput ade kecil yang berbadan besar yang tempat tinggalnya cukup jauh dari kampus, begitu pula kali ini. Namun kali ini hujan rame-rame menjatohkan diri ke bawah dan menjadikan hari agak malas untuk beraktifitas. Tapi kebetulan aku sedang ada perlu dengan beberapa pedagang yang menjual barang-barang untuk membuat co card, dan melajulah aku untuk membeli itu.

Read More...

Tok-Tok, Nyari Siapa Non?

oleh Giswa Juanda
akubukanmanusiapurba.blogspot.com


Ceritanya ujan udah reda dan matahari udah gak nongol lagi dan aku mau segera pulang setelah tadi sempat muter-muter nganter ade-ade kecil (hanya kiasan) lain balik dan sempet juga ke kontrakan kawan yang katanya ada handphone telepon genggamnya kawanku, Abduh, tertinggal disana jadi aku suruh ambil. Tapi ternyata tiada batang tuts tombol HP tadi terlihat, jadilah asumsi Hilang melekat pada HP kawanku dan jadilah pula aku harus mampir untuk menengok keberadaan HP tadi di tempat futsal yang kawanku tadi sempat hampiri beberapa saat. Namun saat mau balik, ada si Ade Kecil yang tadi berangkat bareng, mau balik juga, tapi kali ini dengan orang yang lain.

”balik? Mau bareng lagi gak!!” tawarku padanya, memang kami searah baliknya jadi biar efisien aku tawarkan kesediaanku mengantarnya.
”tapi kan kakak mau mampir-mapir dulu nyari HP, trus mending aku sama yang laen daripada makan ati kalo ama kakak!!” katanya berat-berat.
”yasudah, kalo begitu, tapi jadi enak kan makan ati, bisa gemuk gitu!!” candaku.

Belum sempat aku menyalakan motor, orang yang mau nganter si Ade Kecil tadi malah berkata tak keberatan dan justru keentengan sekali karena dia tidak harus bolak-balik gitu, efisien pokoknya. Dan dengan berat hati si Ade Kecil tadi naik motor aku dan mulai menggerutu.

Perjalanan pulang pun dimulai dari kampus dengan tujuan ke tempat futsal terlebih dahulu, lalu mampir ke tempat kawan untuk memberikan laporan tentang keberadaan HPnya yang tak tampak olehku.

”Kaaak, ati-ati sih, mending aku jalan kaki deh kalo kaya gini” sergah si Ade Kecil beberapa saat setelah mulai tancap gas.
”Okelah kalo itu mau kamu, aku turunin nih sekarang!!” ancamku bohong. Dan si Ade Kecil pun diam tapi sempat mengerutu beberapa kali.
”Heh, bisa pake HP aku gak (sok punya HP keren, padahal HP aku tipe jadul yang sering dipake buat niru remote-remotan dan sebangsa gada purbakala dan punyanya si Ade Kecil tuh BlackBerry) kalo gak aku sms sendiri nih sambil nyetir!!” ucapku.
”bisa, sinih!! Jawabnya. Maksud aku suruh dia buat nanya ke kawanku tentang tipe HP dia yang hilang lewat sms, dan si Ade Kecil pun menurut. Hingga akhirnya kami sampai di tempat futsal tadi dan mulai bertanya-tanya.
”Mas liat handphone tidak warna hitam, n*k*a kalau tidak salah, yang kehilangan si temenku yang juga item orangnya, tadi siang main di sini, siapa tau nemu!!” tanyaku pada abang-abang yang jaga.
”gak liat loh mas!!” jawabnya.
”oke makasih mas, besok aku kesini lagi deh sama temen aku yang tinggi item yang biasa maen kesini.” jawabku.
”Kak, telfon sih kak!!” suruh si Ade Kecil untuk aku menelfon si kawanku yang hitam tadi.
”Iya udah dari tadi aku telfon.” jawabku pada si Ade Kecil, lalu kamipun melaju pulang tapi mampir dulu ke tempat kawanku itu.

”Ntar mampir dulu yah ke tempat kak Abduh, rumahnya lewat kok ntar!!” kataku. Memang rumah kawanku tadi searah dengan rumah si Ade Kecil, dan beberapa saat kemudian dia tanya perihal rumah si Abduh.
”mana, katanya kita lewat rumah kak Abduh?” tanyanya. Wah, jadi terlihat gak sabaran nih anak,
”noh yang terang itu tuh rumahnya kak Abduh (sambil menunjuk ****mart, salah satu tempat belanja di daerah si Abduh)!!” tunjukku agak malas.
”hah?” cetusnya tak percaya.
”udah sabar aja napa, ntar juga sampe!!” sambil berbelok ke arah rumah Abduh.

Sampai didepan rumah Abduh, aku parkir di depan rumahnya, namun tidak persis didepan, namun diseberang jalan rumahnya. Sambil turun dari motor aku ngluarin HP.

”aku mau sms Abduh dulu, coba kamu ketok pintunya” pintaku sambil menengok ke arah rumah depan rumah Abduh yang berarti bukan rumah Abduh tetapi rumah milik tetangga depan Abduh.
”kenapa aku, kenapa gak kakak aja?” kilah si Ade Kecil.
”kan aku mau sms dulu, eh sekarang maksudnya ke kak Abduh!!” kilahku lagi. 

Dan sambil aku cengar-cengir memperhatikan si Ade Kecil masuk ke pekarangan rumah yang bukan rumah Abduh dan mulai mengucapkan kata-kata yang disebut salam, agak keras, dan membuat aku jadi bersalah gitu.

”Assallamualaikum, Assalamualaikum, Kak Abduh..!” panggilnya dari luar. Wah, gak nyangka berani juga ne anak, tapi kenapa juga harus gak berani, kan dia gak tau kalau rumah yang mau diketuknya itu bukan rumah orang yang semestinya dia maksud ada didalamnya, jadi kenapa harus tidak berani. Tapi pikir lagi kalau dia tau itu bukan rumah Abduh, malunya kayak apaan coba. Biar gak berlama-lama aku berdiri dari motor dan menghampiri rumah depan dari rumah yang kita parkir motor tadi, yakni rumah asli si Abduh.

”Abduh, Assalamualaikum, duh, duh..” panggilku. 
Sepertinya karena melihat dan mendengar serta mencium keanehan si Ade Kecil jadi berhenti memanggil tetangga Abduh yang dikira Abduh. Mungkin dipikirnya kok kak Abduh punya dua rumah yang berseberangan ya atau kak Juanda kok manggil-manggil semua rumah komplek ini ya atau kak Abduh gak keliatan kalo malem-malem sebab item jadi kak Juanda manggil-manggil ke segala arah!! Apapunlah, yang jelas sekarang dia sadar kalau tadi lagi dikerjain dan dengan muka masam dia berjalan berat-berat ke arah rumah Abduh yang asli.

Nyampe didepan rumah Abduh yang asli dia duduk di depan samping pagar dan menggerutu.
”jaoh-jaoh ampe sini, suma buat dikerjain doank, tau gini tadi aku jalan aja!!” kira-kira begitulah gerutuannya.
Aku tetap panggil-panggil si Abduh, tapi aku tersadar kalau Abduh punya penyakit membatangkan diri, maksudnya dia sudah seperti batang (mayat) kalau sedang tidur, susah dibangunin dan kedap suara. Jadilah asumsi kalau dia sedang tertidur dan tiada suara yang bisa membangunkannya termasuk usahaku ini.

Ambillah aku keputusan untuk pulang, dan ketika menengok yang kudapat yaitu ketiadaan si Ade Kecil di depan tempat ia menggerutu tadi dan terbukanya rumah tetangga depan yang tadi sempat si Ade Kecil panggil nama Abduh berkali-kali, malu aku sebenarnya. Pura-pura tenang dan berusaha ambil motor yang diparkir di depan rumah yang empunya kepalanya udah nongol sebagian di jendela, niatnya mau nyusulin si Ade Kecil.

Ternyata dia benar-benar berjalan, sudah sampai gang depan aku lihat. Setelah aku nyalain motor, aku berkendara disamping dia, aku pikir akan lebih baik untuk memberi dia kesempatan dia untuk jalan, itung-itung olahraga malem gitu, toh juga dari tadi dia minta jalan terus kalau gak salah. Sampe aku liat ada kucing manis di depan dia dan aku berhenti di depan kucing dan si Ade Kecil juga. Niatnya mau ngambil tuh kucing buat kenalan, aku termasuk makhluk penyayang kucing, tapi ngliat si Ade Kecil mukanya masam kaya kesiram raksa, jadi gak jadi deh, cuman nawarin si Ade Kecil aja buat balik.

”heh, ayo balik!! Apa mau jalan kaki neh?” tawarku sambil ngliatin tuh kucing depan si Ade Kecil.
”sebel nih, dikerjain mulu, kesel tau kak!!” ketusnya.
”oke-oke, ayo naik!!” jawabku seolah tak bersalah.

Sambil kami menuju rumah si Ade Kecil, sempat aku bercanda dibalik gerutuannya yang tiada habisnya.

”kak, napa si selalu bikin kesel orang, mending tadi ama kak Kiki aja baliknya!!” ketusnya berulang kali.
”Kalo kesel (cape) ya istirahat aja ntar lo sampe rumah!!” jawabku.
”bodo ah terserah” jawabnya lagi.
”Eh, ini sih mau dibuat apaan, perumahan ya?” tanyaku sambil ngeredain si Ade Kecil dan nunjuk bangunan baru di daerah dia.
”bukan, tapi ruko kak!!” jawabnya.
”Kenapa gak dibuat perum aja, jangan perumahan, tapi perum peruri biar bisa buat duit!!” sambungku,
”ya gak tau ya, tanya aja ama si yang buat, ama tukangnya, kan aku bukan tukang!!” ketusnya.
”tapi aku gak tau tukangnya tuh siapa, jadi aku tanya kamu, mang gak boleh, lagian siapa juga yang nyebut kamu tukangnya, tapi nanya ama tukang bakso bisa gak, kan sama-sama tukang!!” terangku.
”terserahlah, susah ngomong ama kakak!!” ketusnya lagi.
”Makanya belajar, ujian aja kalo susah belajar kok!!” jawabku.
Setelah beberapa kesel yang tercipta, akhirnya kami sampai di rumah si Ade Kecil.
”makasih kak, makasih udah buat aku sangat kesel hari ini, menyebalkan!!” katanya sambil turun.
”Oh iya, sama-sama, tapi aku gak sehebat itu kok!!” jawabku sambil berbalik arah mau balik. Dan baliklah aku setelah mengucapkan salam pada si Ade Kecil yang mukanya masih masam, dan makin malam makin masam sepertinya.

Oh tadi yang disebut si Ade Kecil itu adalah salah satu anggota magang yang biasa merasa di”kesal”i oleh aku yang tak sadar sudah mengesalkan dia dan orang lain tentunya. Nama aslinya si Ade Kecil tadi tuh si Tenri, kalo diliat arti katanya sih Ten artinya sepuluh, RI itu Republik Indonesia, mungkin dia lahir waktu HUT RI ke sepuluh, jadi kira-kira tahun 1955an gitu, tapi tiada mungkin sepertinya, jadi apalah arti sebuah nama. Hingga saat ini, eksistensi dari kekesalannya sepertinya masih ada, jadi biasalah aku kadang menerima pembalasannya. Wah, segitunyakah. Dan yang kehilangan handphone tadi itu kawanku Muhammad Abduh, entah apa pula arti namanya, yang jelas dia tinggi hitam dan sedang sakit selangkangan saat itu setelah lari-lari ngejar bola siang harinya.

Tiada maksud untuk hanya mengerjai, tapi guna membagi pengalaman biar ada hikmah dalam hidup kawan-kawanku nanti, biar di Tenry bisa cerita kalau dia dulu pernah mengalami hari terburuk dikerjai ama orang yang tidak jahat tapi juga tidak baik, biar dia ada pengalaman buat diceritain pada kakek dan nenek-neneknya saat ini, lalu cucu-cucunya di masa depan.

Purwokerto, 050210
Read More...
 
Copyright (c) 2010 Blogger templates by Bloggermint
Sponsored by : Kaskus Lookup