Sebelumnya sudah dijelaskan beberapa CoCard dan kegiatannya, postingan ini merupakan lanjutan dari Part 1. Langsung saja, silahkan dilihat.
7. JEZZ
JEZZ was acronim too, Justitia English Contest, sebuah kegiatan adu bakat dari beberapa cabang perlombaan, seingat saya ada 5 cabang, yakni Presenting Ideas, Translate Contest, Speech Contest, Story Telling, News Presenting, dan terkadang ada penambahan Singing Contest. Seru dan menegangkan pas jadi peserta, dan selanjutnya, seru dan melelahkan pas jadi panitia. Saya mengalami 3 kegiatan ini sejak 2007 hingga 2010, kali pertama menjadi panitia, kali kedua menjadi peserta Presenting Ideas [only finish as Runner Up ], kali ketiga menjadi adju untuk Presenting Ideas.
8. LDI
LDI bukanlah Lomba Dangdut Indonesia [Cloning KDI] namun Lomba Debat Interaktif yang diadakan oleh LKHS. Bersama dengan Wahyudi bersaudara, Andry Wahyudi dan Hendra Wahyudi, tim kami berada pada posisi runner up. Kegiatan ini dilaksanakan berbarengan dengan final Presenting Ideas dimana saya sebagai salah satu finalisnya. Konsep LDI memang unik, berbeda dengan debat nasional seperti Parliementary Debat System. Pada tahap seleksi peserta diseleksi melalui karya tulis, selanjutnya tahap penyisihan juga diadu berdebat dengan dasar karya ilmiah yang diajukan pada tahap seleksi, begitu pula tahap grand final [4 besar] yang beradu dalam stand besar. Uniknya keseluruhan finalis berada pada posisi kontra dengan Konsep Badan Hukum Pendidikan, hanya alasan dan argumentasi yang paling rasional menurut juri lah yang mendapat penilaian tertinggi. Namun dengan alasan objektifitas dan keseragaman sistem debat, maka konsep ini diganti pada LDI selanjutnya.
9. IFDC
Inter Faculty Debating Championship mempunyai konsep yang hampir serupa dengan LFEDC yang diadakan oleh JEC, namun kegiatan ini diadakan pada tingkatan Universitas oleh UKM Universitas pula yakni Student English Forum. Nuansa persaingan antar fakultas sangat kental, terlebih bila melaju hingga ke tahap final. Sayangnya tim saya yang beranggotakan Saya sebagai 1st, Senia Keliawati di 2nd dan Sahasra Kirana di 3rd dapat dikalahkan di final oleh tim dari fakultas kedokteran. Tema final saat itu mendebatkan mengenai pelarangan adanya SMS Premium untuk ditayangkan di televisi, kami dalam posisi yang pro agar SMS premium dilarang.
That was hurt man, lose at the final and watched by your hundreds supporter. Tentunya kami kalah karena kelemahan kami dan atas keunggulan lawan kami. IFDC juga menjadi tiket emas bagi pada debater untuk melaju ke debat nasional, bahkan internasional. Namun saya melewatkan kesempatan itu, karena pilihan saya lebih condong ke hal lain daripada untuk hal ini. But however the final moment is unforgetable, dimana law debater dikarantina selama 3bulan untuk menjalani pelatihan. Hasilnya, bahasa inggris saya lebih berkembang. Bila pada masa LFEDC bersama Unpredictable team bahasa inggris saya memalukan, sekarang jauh lebih berkembang, dimana yang malu bukan hanya saya namun berkembang ke semua kawan-kawan saya. Holy sh*tt..
10. BAWOR CUP
Bagi yang asing dengan nama Bawor, maka bukan orang yang kenal dengan Banyumas, karna Bawor merupakan icon dari kabupaten Banyumas yang diambil dari salah satu tokoh pewayangan Punakawan. Bawor Cup merupakan event debat layaknya LFEDC dan IFDC pada tingkatan region Banyumas yang diadakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Kab. Banyumas. Karena ini merupakan event bagi mahasiswa umum, maka tidak seperti IFDC ataupun LFEDC, tidak ada persamaan level, semua mahasiswa dari berbagai tingkatan dan pengalaman boleh mengikuti event ini. Hal yang berkesan yakni saat kami mampu mengalahkan tim dengan predikat dan tingkatan level nasional, meskipun dari seluruh peserta, dengan team yang sama saat IFDC kami hanya mampu berada pada urutan ke-5.
11. OSMB 2009


Dulu kegiatan ini dikenal dengan Sipenmaru, lantas menjadi OSPEK, dan kini menjadi OSMB, Orientasi Studi Mahasiswa Baru. Diadakan pada awal September untuk menyambut mahasiswa baru di tiap fakultas. Tema 2009 ialah DETEKTIF, Dengan Kecerdasan dan Kekreatifan Wujudkan Mahasiswa Kritis Solutif dan Aplikatif. Untuk menentukan tema tadi diperlukan perdebatan yang sangat panjang hingga menuangkan konflik antar panitia, masalah idealisme kubu kanan dan kiri yang saya rasa terjadi di semua kampus di Indonesia akhirnya masuk dan meledak. Jadi bila ada mahasiswa baru yang berkata OSMB melelahkan, maka dia harus merasakan kompleksnya menjadi panitia.
12. Diklat Jurnalistik Nasional UNY
Diklat Jurnalistik ini diklaim merupakan diklat terbesar tahun 2010, ditujukan untuk umum dan digawangi oleh PPWI dengan lisensi Internasional. Memang pelaksanaannya hanya sehari, namun karna lokasi pelaksanaannya yang berada di luar kota, tetap saja merepotkan, terlebih bagi kami yang mahasiswa. Kami mewakili Individu namun berkelompok atas nama LPM Pro Justitia, dengan 6 orang yang berangkat dengan kendaraan motor pribadi. Mereka yakni, Zainal Arifin, Andry Wahyudi, Inggit WP, Hari Muktiyono, saya sendiri dan Chairunnisa, sang wanita tangguh. Perjalanannya sangat sangat sangat merepotkan, dan merupakan perjalanan ke Jogja paling merepotkan yang pernah saya alami selama berkali-kali ke Jogja, ban bocor hingga 5 kali berturut-turut lah, hujan lebat lah, rantai motor macet lah. Namun itu yang bikin diklat ini jadi momen tak terlupakan.

Kami tidur di pelataran Mal Ambarukmo ditemani banci-banci yang mangkal dipinggir jalan, sedang demi keamanan, Chairunnisa kami antarkan untuk menginap disalah satu kos kawan wanita kenalannya di Jogja. Untuk kegiatannya sendiri, saya pribadi merasa kurang puas, karna materinya sangat umum, namun bukan berarti menyesal, karna momen itu justru langka.
Demikian beberapa gambaran dari sebagian koleksi CoCard yang berhasil saya pindai, banyak kegiatan lain yang tidak saya dokumentasikan namun berharap uraian kegiatan tadi mampu memberi gambaran bagaimana selembar kertas bisa menjadi bermakna suatu saat nanti untuk mengisi kenangan seseorang.









0 comments:
Post a Comment