oleh Giswa Juanda
akubukanmanusiapurba.blogspot.com
‘Ribut!!’ Menengok lantas berlari kencang,
sangat kencang sejauh 313,5 m melintasi jembatan ’45..
(Lomba Marathon, 13 Januari 2002, usia 13 th)
‘Ribut!!’ Menengok dan terdiam dengan peluh menetes dari kening lebarnya..
(Melamar istrinya, 12 April 2015, usia 26 th)
‘Ribut!!’ Menengadah dan berdiri membaca sebait puisi karya Slamet Anwar lantang-lantang..(PORSENI, 9 Februari 2000, usia 11 th)
(Jadi ayah dari kembar 3, 25 Juni 2017, usia 28 th)
‘Ribut!!’ Tertawa tersedu-sedu..
(Dipecat perusahaan, 24 Juni 2017, usia 28 th)
‘Ribut,, Ribut!!’ hening, tak ada sahutan..
(RS THT, 21 Oktober 2062, usia 73 th)
‘Ribut,, Ribut!!’ Diam..
(Dibunuh oleh Asma, dalam panggulan ayahnya, 24 Januari 2000)
Tuhan menulis, manusia melakukan,,
namun aku tetap menulis meski ia tidak sanggup lagi melakukan,,
hal yang kiranya dapat ia lakukanandai ia masih berdiri,,
hal yang kami bincangkan semasa kecil dulu,,
atau aku yang menyebutnya demikian, karena ia tidak pernah dewasa,,
hanya aku yang merasa demikian, bukan dia,,
tak mengharap, namun menegaskan kehilangan,,
untukmu sahabatku, abadilah kita..
untukmu sahabatku, abadilah kita..
Giswa Juanda, 060510 (Setelah 10 tahun kehilangan)

0 comments:
Post a Comment