Posisi Mahasiswa di Tengah Masyarakat

Posted on
  • Friday, July 22, 2016
  • by
  • Giswa Juanda
  • in
  • Labels:


  • Artikel ini saya tulis bukan karena saya seorang mahasiswa, namun sebagai mantan mahasiswa yang telah lulus dan telah berada di tengah masyarakat. Saya menulis ini karena ada pertanyaan dari adik saya yang saat ini akan mulai berproses menjadi mahasiswa di kampus kedokteran hewan di Jogja.
    Dia meminta saya untuk menjabarkan posisi yang diharapkan oleh saya (dari sudut pandang masyarakat umum) dari mahasiswa di tengah masyarakat. Pertanyaan ini merupakan bagian dari proses pengenalan dan orientasi kampus katanya.

    Jawaban singkat saya yaitu sebagai Perantara, Pengisi, dan Perubah. Merasa kurang panjang, adik saya minta ketiga hal tersebut dijabarkan.



    Mahasiswa memang masuk kategori pelajar, namun berbeda dengan saat SMA, tingkatan mahasiswa sudah lebih dekat dengan dunia nyata, dimana nantinya mahasiswa akan dilepas untuk hidup mandiri ditengah tengah masyarakat. Bahkan di Indonesia, kebanyakan lulusan SMA/SMK justru langsung terjun ke dunia kerja, artinya titel mahasiswa seharusnya dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dengan menekuni ilmu yang bermanfaat bagi mereka dan masyarakat nantinya.

    Kondisi Masyarakat 

    Masyarakat pada umumnya cenderung terbagi dalam stratifikasi sosial dan sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Stratifikasi atau strata yang ada di masyarakat  seperti adanya si kaya dan si miskin, si pintar dan si bodoh, orang kota dan orang desa, pemerintah dan yang diperintah, dsb. Disela-sela mereka, ada celah sosial yang tak kasat mata. Namun karena kesibukan dan permasalahan pribadi mereka, mereka malas memikirkan adanya celah antara strata tadi.

    Mereka akan mulai berpikir bila terjadi gesekan sosial, setelah muncul masalah konkret seperti fasilitas kesehatan yang susah diakses oleh si miskin namun mudah bagi si kaya, atau pendidikan yang tidak sampai ke desa tertinggal,  atau sulitnya lapangan pekerjaan bagi masyarakat non skill, dll.

    Peran mahasiswa yang saya sebagai masyarakat harapkan adalah sebagai pengisi celah strata tadi dan menjadi penengah atau perantara antara strata yang ada, bukan malah menjadi bagian dari salah satu strata dan memperlebar jarak diantaranya. Sebagai contoh, mahasiswa ilmu kesehatan harus mampu melihat masalah kesenjangan kesehatan yang ada di masyarakat lalu mampu menyuarakannya kepada yang mampu merubah kondisi itu, atau bahkan menjadi si perubah itu sendiri. Misal obat yang terlalu mahal, mahasiswa harus mampu membuat terobosan untuk membuat obat, metode pengobatan, atau alat kesehatan yang terjangkau dengan ilmu mereka. Nantinya itu disampaikan kepada rumah sakit atau dinas kesehatan untuk digunakan di fasilitas kesehatan bagi seluruh strata. Disitu, mahasiswa juga telah berperan sebagai agen perubahan dengan inovasi dan terobosan mereka.

    Loh, bukannya itu tugas pemerintah ya, bukan mahasiswa?


    Memang benar, tetapi pemerintah memiliki banyak keterbatasan, terutama di Indonesia dengan jumlah penduduk yang begitu besar beserta masalah sosialnya.

    Mahasiswa merupakan saat dimana pelajar dapat mempunyai pikiran sangat kritis dan logis, berbeda dengan kondisi seperti pekerja kebanyakan yang cenderung sibuk dengan pekerjaan dan kehidupan mereka. Pemerintah juga berisi pekerja yang yang bekerja demi uang untuk menghidupi keluarga mereka. Hal tersebut membuat mereka kurang kritis layaknya mahasiswa. Bedanya, pemerintah memiliki kuasa dan modal untuk melakukan inovasi namun cenderung kurang aplikatif, sedang mahasiswa memiliki pemikiran dan kreativitas untuk berinovasi namun tidak memiliki modal.

    Pemerintah dan mahasiswa justru bisa berkolaborasi dalam inovasi. Di Jepang, pemerintah justru meminta universitas dengan mahasiswa terbaiknya untuk membantu melakukan penataan kota agar terbebas dari macet, di Kuba mahasiswa kedokteran pada akhirnya disebar ke seluruh daerah untuk membantu masalah kesehatan di pelosok negeri dengan gaji yang tidak sebesar dokter di negara lain, dan mereka tau hal itu sebelum mereka memutuskan memilih masuk kedokteran.

    Lah kan ada nanti masa KKN yang khusus bagi mahasiswa hidup di masyarakat, ngapain mikir sekarang?



    Lagi-lagi memang ada masa Kuliah Kerja Nyata bagi mahasiswa nantinya, namun itu hanya beberapa bulan. Waktu yang singkat bagi mahasiswa untuk menjadi agen perubah di masyarakat yang sebenarnya. Saat yang tepat justru sejak awal mereka menjadi mahasiswa, toh mahasiswa juga hidup di tengah masyarakat saat tidak sedang belajar di kampus.

    Pada intinya, saya tidak mengarahkan mahasiswa untuk terlalu memikirkan masalah sosial, bahkan menjadi aktivis hingga lupa tugas utama mereka sebagai pelajar. Justru hal simpel yang bisa mereka lakukan ialah belajar sebaik mungkin dan tidak menyia-nyiakan masa otak kritis mereka bekerja dengan bermalas-malasan bahkan melakukan hal negatif.

    Selamat berproses!

    0 comments:

    Post a Comment

     
    Copyright (c) 2010 Blogger templates by Bloggermint
    Sponsored by : Kaskus Lookup