Hal yang perlu diperhatikan saat dateng ke Pesta Pernikahan:
1. Jangan dateng sendirian
Ketika sendirian, teman dua-duanya kalian adalah, pertama, burung kalian sendiri, kalo cowo - dan tidak mungkin kalian akan ngobrol dengan burung kalian sendiri kan [jangan dibayangkan, cukup diresapi, hanya orang gila yang ngobrol sama burungnya sendiri_], dan yang kedua adalah smartphone kalian [itu juga kalo smart, kalo HP low end yang bisanya cuma telpon/sms aja, gak punya pulsa lagi, suram sangat nasib kalian_].
Gak ada temen di kondangan, gak menarik banget asal kalian tau, kalian gak bisa saling berkomentar gadis/cowo mana yang cakep dan apakah ada kemungkinan kalian bisa mendekatinya atau saling memberi nasehat makanan mana yang kalian anggap nikmat untuk dicoba bersama. Mental akan terbangun buat kalian ngambil makanan sepuas kalian kalo ada temen, coba kalo sendiri, clingukan, malu malu ambil makanan ini, makanan itu, dll. Karenanya penting untuk ajak orang lain dateng bareng kalian.
2. Jangan dateng bareng Pacar.
Hal ini berlaku kalo itu bukan kondangan keluarga kamu atau pacar. Kalo yang nikah adalah temen deket kamu, dateng aja sama temen-temen kongkow kamu. Kenapa? Karna bakalan ribet kalo bawa cewe kamu ke kondangan. Terlebih kalo mantan-mantan kamu juga ikut kondangan disitu, cewe/cowo kamu pasti bakal manyun dan bikin suasana tak sejahtera.
Kalo kalian dateng bareng pacar ke kondangan, biasanya pacar kamu bakal nanya waktu pernikahan kalian.
“Kapan kita bisa kaya gitu?” pacar kamu nanya dengan mata berkaca-kaca.
“Kaya apa?”
“Kaya mereka yang didepan yang, gimana sih yang!!” liatin pengantin.
“Oh, yang itu, entar tunggu kita beli organ dan baju ketat blink-blink kaya gitu donk,” liatin tukang organ tunggal dan penyanyi dangdutnya yang pake gaun seksi, sambil ngiler.
“BUKAANN, BUKAN ITUU, PENGANTINNYA, KAPAN KITA NIKAHHH?” sang pacar teriak sambil berubah ijo dan membesar, emosi, ngeluarin taring, dan garuk-garuk punggung kamu. Heh??
Dan itu pertanyaan yang tentunya jawabannya kamu sendiri belum tau kapan, tapi jadi beban, jadi pikiran, jadi ubanan, jadi botak, dan lalu mati cuma gara-gara mikir mau kawin kapan. Gak mau kan sepanjang acara yang kudunya seneng-seneng malah jadi mikir seberat itu [bagi saya itu sungguh berat_].
Dan tentunya, tanpa pacar disamping kita, kita bebas tebar pesona atau tertebar pesona tanpa digampar dan dicolok pake jepitan rambut.
“Syuuuuuttttt..” nengok kanan liatin bidadari lewat.
“YANG, LIATIN APA YANG??” pacar ngamuk sambil jambakin rambut kamu, kamu lalu ambil Shampo Anti Pacar Ngamuk, dan kamu keramas disitu. [maaf, ngarang, gak ada shampo kayak gitu, adanya Shampo Sukses Selingkuh_]
“Emmm, gak kok hon, itu tadi kaya guru TK ku lewat deh, kan lama gak ketemu hon..”
“TK APA SAY, TK SERONG PACAR, HAHHH, BUKK BAKK DORR..” nusukin jepit rambut ke ubun-ubun kamu, kamu mati seketika dengan luka mendalam. Tamat.
Coba kalo ada pacar, iya kalo pacar kamu jelek, orang lain bakal komentar, “Wajar ya, dia jelek ya dapet pacar jelek pula..”. tapi kalo pacar kamu cakep, maka komentarnya, “Kasian ya pacarnya, mau-maunya sama orang jelek kayak dia..”kamu bakal terbebani dengan perasaan bahwa, pacar kamu cantik, tapi kamunya jelek, dan orang lain beranggapan bahwa kamu patut diasingkan dan dibunuh, karna kamu berdosa punya pacar cantik. Tapi kalo kamu tanpa pacar kamu, orang lain justru akan iba sama kamu, “ih ada orang jelek, kasian ya, kita temenin yuk.” [berlaku bagi saya saja_ karna jelek saya, jelek yang berkualitas].
3. Tau siapa, kapan dan dimana tentang pernikahan itu
Ini penting agar kalian tidak malu ketika kalian sudah makan banyak-banyak, ternyata kalian salah tempat kondangan. Atau agar kalian tidak merasa rugi karna sudah memasukkan amplop [meskipun amplop itu kosong_].
Saya pernah suatu ketika datang ke pernikahan yang saya sendiri tidak tahu itu pernikahan siapa [semoga tidak terjadi ketika saya menikah, saya tidak tahu kalau itu pernikahan saya_]. Atau pernah juga datang ke tempat pernikahan yang salah, bahkan tidak sendiri, beramai-ramai kami semua salah [saya ucapkan dengan penuh bangga, karna akhirnya kami kompak dalam melakukan kesalahan_].
Saat itu ada 2 pernikahan di gang yang sama, dan saya juga kawan-kawan saya belum pernah tau rumah dari senior yang menikah. Dengan jiwa pemimpin yang saya miliki, saya pandu kawan-kawan saya masuk gang dan berhenti tepat di rumah pertama yang acaranya sebenarnya sudah bubar, kami turun dari mobil, saya didepan dan kawan saya disamping saya bawa kado yang besar [yap, BESAR_], dan dengan percaya diri kami masuk dan bersalaman dengan empunya.
“Permisi, maaf pengantinnya ada?” bodohnya saya tidak menyebut nama pengantinnya.
“Silahkan masuk saja kedalam, pengantinnya sedang keluar buang janur!!” kata empunya sambil bersalaman satu persatu. [buang janur/larung kali adalah upacara buang sampah yang dilakukan kedua pengantin ke sungai, bisa juga kalo kamu menyesal menikahi pasangan kamu, kamu bisa buang skalian pasangan kamu di kali itu, saat itu juga].
Kami masuk ke dalam, dan memang acaranya sudah selesai, jadi kursi dsb sudah di beresi. Si empunya menggelarkan karpet dan membawakan minuman sambil menyilakan kami duduk. Beberapa diantara kami, termasuk saya bahkan sudah duduk dan mengobrol dengan empunya di dalam [saya bahkan sudah minum air mineralnya_]. Kesalahan baru ketahuan ketika saya sebut nama pengantin.
“Wah sudah sepi ya Pak, tadi pasti rame ya.” Kata saya
“Iya dek, ngomong-ngomong ini teman dari mana saja?” kata empunya sambil ngelus kumisnya yang aduhai.
“Kami juniornya Mas Ei Pa, dari Pro Justitia, Unsoed..”
“Siapa tadi kamu bilang?”
“ei Pa, Heri..”
“Wah, maaf dek, panjenengan salah lokasi nih, kalo pernikahan Heri itu disebelah, ujung gang dek..’’ skali lagi, sambil ngelus kumisnya yang buncit dan perutnya yang tebal.
Saya sebagai pemimpin yang berwibawa dan tidak mau kehilangan kewibawaannya [walau sudah hilang_], dengan anggun menjawab, “terimakasih atas infomasinya, semoga tuhan membalas kebaikan bapak, dan semoga perut buncit dan kumis bapak semakin indah” [yang terakhir becanda_]
Untungnya, kado belum sempat dikasihan ke empunya, kalo udah, pasti sangat merah muka orang yang meminta kembali kado yang sudah diberikan, bagai menjilat didaun talas, malu. Beberapa detik kemudian saya sadar kalau saya sebagai pemandu, salah gang, dan benar, di gang tadi sudah ada petunjuk, “Pernikahan Heri, Lewat Gang sebelah [dengan tanda panah]”. Saya murung, bagaimana bisa saya tak membaca dan melihat tanda itu (sadar kalo jawabannya adalah karna saya lapar dan ingin segera makan). Awalnya saya berpikir untuk mulai memakai kacamata, tapi setelah dipikir kembali, kenapa cuma saya, bukankah seluruh tim di mobil itu salah, jadi, seharusnya kami semua memakaI kacamata bersama-sama, saya pun mulai riang gembira kembali atas kami yang kompak dalam melakukan kesalahan.
Itu mengapa pentingnya tahu siapa yang menikah, kapan pernikahannya, dan dimana dia menikah. Kalau sempat, coba cari jawaban, bagaimana dia menikah, dan mungkin jawabannya adalah, suka-suka dia.
4. Kosongkan Perut Sebelum Pergi
ini aturan dasar saat kondangan, jangan makan sebelum kondangan atau menyesal kemudian. Kalo kamu udah makan sebelum kondangan, maka cepat buru-buru kamu muntahin semua isi perut kamu, termasuk usus, limpfa, empedu dan pankreas kamu, sebelum nyampe lokasi.
Jangan berpikiran negatif, kesemua itu untuk menjaga nama baik kamu, kamu gak mau kan dibilang orang yang sombong, dengki, kikir, riba, riya, fitnah, jelek, bodoh, dungu, dsb. Kok bisa?
Tentu bisa, coba posisikan kamu sebagai empu acara itu, bagaimana bila acara yang sudah kamu persiapkan berabad-abad lamanya, dirusak hanya karna makanan resepsi utuh, tak tersentuh, tentu kamu akan bersedih, merasa tak berguna, lalu gantung diri. Hal ini karena para tamu sudah terlebih dulu makan dirumah, jadi mereka gak mau makan di kondangan (bodohnya orang yang demikian_). Karena makanannya utuh, akhirnya basi, lalu dibuang, mubazir. Tuhan tak suka pada orang yang menyia-nyiakan makanan.
Karenanya, jangan makan sebelum kondangan, makanlah ditempat kondangan agak empu acaranya merasa dihormati, dan tentunya kalian merasa, apa namanya, kenyang.
5. Makan Seadanya dan Sesuai Kandungan Gizi
Yang ini terlihat dewasa dan ilmiah ya (makasih, makasih_). Meskipun kita harus makan, tapi jangan keterlaluan, makanlah seadanya. Bila dalam acara tersebut ADA 8 stand makanan, maka, makanlah 8 jenis makanan yang ADA, dengan begitu, tuan rumah tak kecil hati dan merasa dihargai, karena merasa makanannya enak (dalam hati bilang, ni bocah rakus, amit-amit_). Itulah maksud dari se ADA nya, jangan terlalu serakah dengan memakan mangkok dan meja cateringnya, cukup makan makanan dan penjaga catering (bila cantik bak bidadari_).
Mengenai kandungan gizi, saya bercanda, lupakan itu. (Silakan tarik pujian kalian tadi, iya, sama-sama). Hanya, perlu diperhatikan agar tidak memakan makanan yang kandungan karbohidratnya tinggi terlebih dahulu, karena itu akan sangat mengenyangkan, akibatnya kalian akan malas makan makanan yang lain, lalu empunya akan berkecil hati kembali karena kalian sombong, makan satu sudah kenyang.
6. Sedia Nomor Telepon Penting
Meskipun kalian bisa telepati, usahakan kalian simpan nomor hp orang tua dan nomor penting lain, terutama, ambulance. Karna setelah ini kalian akan di opname karena kekenyangan, susah nafas, hipertensi, dan kejiwaan. Usahakan kawan kalian (gunanya pergi kondangan tak sendiri_) juga tahu nomor tersebut.
Biasanya, makasiswa irit, berpikiran dengan makan sebanyak-banyaknya maka ia bisa menghemat waktu makannya juga, artinya ia hanya perlu makan sekali (saat kondangan_) untuk jangka seminggu, karena itu ia makan sebanyak ia bisa. Selanjutnya, ia akan terkapar, ayan, dan mati. Tamat.
Apa yang saya tulis, tidak buat main-main, jangan dipraktekin juga kalo gak bener-bener kepepet. Trus buat kawan-kawan saya yang baca, jangan jadi sungkan buat ngundang saya ke nikahan kalian ya. Saya bakal makan se ADA nya kok, hehe. Saya juga bakal undang kalian ke pesta pernikahan saya yang belum tahu kapan, dimana, dan dengan siapa (calon kuat ya pacar saya, masa bapak saya), namun yang pasti, Ditunggu Amplop dan Isinya ya_
Baca juga:
*Apa Yang Kamu Pikirkan Tentang PESTA Pernikahan? PART #1
*Apa Yang Kamu Pikirkan Tentang PESTA Pernikahan? PART #2
* Jawaban Bocah SD Kalo Disuruh Belajar

0 comments:
Post a Comment