Saya anggap mahasiswa adalah anak kos yang merantau menuntut ilmu di kota orang, jadi jika kamu kuliah di kota domisili kamu tinggal, maka pernikahan bagi kamu bisa juga sama seperti para glidigers [seperti saya]. Jadi disatu sisi kamu sudah diwajibkan untuk menghadiri kondangan karena kamu telah mahasiswa, dan satu sisi kamu haris menjadi panitia glidig karena kamu adalah anggota remaja desa, itulah kearifan lokal yang menyesatkan.
Lalu, jika mahasiswa rantau, kondisinya adalah, ketika kamu mahasiswa, dan kamu juga anak kos, maka kamu akan mempertimbangkan segala kemungkinan agar uang kamu tetap utuh, tapi kamu bisa kenyang dan sejahtera. Salah satu momen itu adalah, hadir di pernikahan teman kamu, lalu makan sepuasnya. Tentunya jenis pesta pernikahan yang menjadi favorit adalah resepsi di gedung mewah dengan stand makanan bertebaran bagai panu di tubuh kamu [cukup kamu, bukan saya_].
Bukankah kita kudu tetep ngluarin duit ya buat kondangan?
Kata siapa, kalo teori Puchuck Wangdhu bener [di 3 Idiot_], maka yang kamu butuhkan cuma SERAGAM. Iya, kamu cukup pake atasan putih, bawahan clana pendek merah, pake topi dan dasi merah [jadilah kamu pemeran BUDI dan ANI dalam buku Bahasa INDONESIA jilid 1 SD_]. Bukan itu, seragam yang saya maksud adalah celana, baju batik/kemeja, dan amplop. CELANA ini yang paling penting, kamu gak bisa dateng ke pernikahan orang tanpa celana, memamerkan kemaluanmu yang hitam legam dan berbisa [kaya ular kadut ya_], karna hal ini bakal berakibat fatal bagi hubungan kedua mempelai pengantin.
Co: “Hon, itu siapa yang dateng gak pake celana, temen kamu ya?” kata pengantin pria galak-galak.
Ce: “Bukan, cute sih [burungnya], tapi sumpah itu bukan temenku, pasti itu temen Mas ya, jangan-jangan PACAR MAS? NGAKU GAK..” sambil mukul-mukul ganjen mau nangis gitu ngomongnya.
Co: “Kamu bilang Mas homo, alah, BILANG AJA ITU SELINGKUHAN KAMU, dia dateng mau pamer anu dia yang lebih hitam dari punya aku kan..”
Ce: “Aku ga terima Mas ngomong gitu, aku mau batal aja nikahnya, mas jahat_”
Pelaku: “eh, sorry, saya cuman numpang cebok aja, makasih, bisa ambilin tisu gak, gatel nih..” [sambil salaman meper meper gitu_]
Soal amplop, kamu bisa isi sesuka hati sesuai dengan kondisi dompet kamu. Tapi, kalian gak salah kalo gak ngisi duit di amplop itu. Perhatiin aja kalo orang mau nikah abis nyebar undangan pasti ngomong gini, “Kalau dateng jangan lupa AMPLOPnya yaaa..” jadi hal terpenting saat kita datang adalah, membawa AMPLOP, tak dijelaskan apakah harus ada isinya atau tidak. Kalau kalian tak tau malu, isi aja amplop nya pake ucapan terima kasih. Atau kalau kalian merasa gak enak karna yang menikah adalah temen deket kamu, pastikan ada duitnya, minimal gope kertas yang ada gambar monyetnya [tanda kalo itu kamu yang ngasih_].
Sebenernya saya punya ide buat mensiasati itu [saya serius_], ketika kondisi keuangan tidak memungkinkan, dan musim kawin telah tiba, undangan sana sini, maka yang perlu dilakukan ialah, buat voucer seukuran amplop dan kalian masukkan amplop yang isinya:
BUAT KAWANKU
Selamat Memasuki Gua baru, (buat cowo)
Selamat Mendaki Tugu Cinta, (buat cewe)
Makasih buat undangannya.
Maaf gak bisa kasih duit, apalagi kado,
Sebagai gantinya, kamu bawa voucer ini ke pernikahanku nanti yang belum pasti kapan, dimana dan dengan siapa.
Voucer ini berlaku sebagai undangan resmi pernikahanku.
Berlaku 13 Bulan sejak hari ini.
[bila dalam masa itu saya belum menikah, tolong ganti voucer ini dengan duit 100rb]
Ttd. Giswa Juanda
Dengan voucer itu, kalian bisa hemat, gak perlu buat undangan lagi saat pernikahan kalian, jadi prinsipnya simbiosis mutualisme. Atau cara lain biar lebih irit adalah, dengan mengumpulkan beberapa orang sekaligus, kawan-kawan sesama mahasiswa buat kondangan, tarikin iuran buat beli kado, dan dateng ramai-ramai dengan kado didepan.
Saran saya, belilah kado dengan ukuran yang besar, i really mean it, BESAR, biar gak malu-maluin pas dateng rame-rame gitu gak bawa amplop. Atau jika kalian memang kelaparan dan tidak tahu malu, cukup beli kardus aqua botol 1.5 liter, isi dengan dedaunan dan sedikit ranting [siapa tahu dikira obat kuat herbal_], bungkus dengan kertas kado [jangan kasih nama], datanglah dengan kado tadi ke kondangan, makan sepuasnya, lalu pulanglah secepatnya. Perhatikan warna pakaian kalian, usahakan sama, agar tuan rumah tahu kalau kado itu adalah tiket masuk untuk gerombolan kalian. Carilah orang yang paling tidak tahu malu untuk memimpin kalian, karena ketidaktahumaluan dia akan menular ke kalian, jadi kalian tak malu ketika kalian tak bawa amplop.
Kalo mau teladan, saya kenal seseorang, dia ketua angkatan saya di kampus, dengan background hitam (kulitnya), dia mampu menyedot semua kemaluan (i mean, rasa malu). he's totally the perfect one to lead us all. Pernah suatu kali kami dateng ke pesta pernikahan kawan satu angkatan kami yang nikah sama ketua daripada daerah saya. Abduh (nama kawan saya yang hitam tadi), kumpulin semua anak angkatan buat patungan, dan akhirnya duitnya dia beliin ricecooker, yap, penanak nasi, yang kalo di Dragon Ball Z dipake buat ngurung dewa iblis Piccollo.
Nah sekarang tuh dewa iblis keluar (saya merujuk pada Abduh, ada hubungan antara rice cooker, iblis dan hitam. Gini, sebagai dewa iblis, Abduh dulu berwarna ijo, tapi karna kelamaan ditanak di ricecooker, dia jadi hangus, dan begitu keluar dia berwarna hitam seperti layaknya iblis kebanyakan), lalu dia jadiin rice cooker nya sebagai kado.
Pada hari H, si Abduh dengan gagah berada didepan (seperti teori kemaluan saya tadi), dia berjalan gagah seperti Angelina Jolie, sendiri (tentu saja, karna dia tak punya pacar), sambil bawa kadonya dan hebatnya, kami tidak merasa malu sedikit pun, mungkin karna kami memakai celana, dan bukan karna Abduh.
Karna itu, dan semenjak hari itu, kami kagum sama ketidakmaluan Abduh yang menyedot kemaluan kami semua (rasa malu kami, lebih tepat nya), sehingga kami menjadi setidak tahu malu seperti dia. Abduh adalah sosok yang patut dicontoh bila kamu kepepet dan pengen makan gratis di pesta nikahnya orang.
Baca Juga:

0 comments:
Post a Comment