Teknologi memang sudah maju, namun tidak berarti teknologi sudah dapat diterapkan dengan baik dalam masyarakat. Bahkan terkadang dapat ditemui suatu kasus dimana teknologi diterapkan namun masyarakat tidak menerimanya. Hal ini dapat dikarenakan faktor budaya dan daya penerimaan masing-masing individu. Sebagai contoh, dahulu masyarakat tak terbiasa menggunakan bahan bakar lain selain minyak tanah, namun sekarang justru minyak tanah semakin dilupakan dengan adanya gas. Namun, masyarakat sering salah kaprah tentang beberapa hal mengenai LPG ini.
Postingan berikut akan membahas beberapa hal yang keliru dalam masyarakat namun masih tetap saja banyak ditemui.
1. Salah Kaprah LPG
Banyak orang menyebut LPG sebagai [Liquid Petroleum Gas berarti Gas Petrol “Cair”] bukannya [Liquefied Petroleum Gas berarti gas petrol "yang dicairkan"]. Madam juga mister sekalian, mungkin kiranya kita perlu belajar memahami apa itu LPG. LPG berarti gas petrol (gas hasil olahan minyak bumi) yang dicairkan.
Tabung gas sih isinya cair apa gas ya?
Jawaban pertanyaan ini juga kadang membingungkan, kalau tabung di kocok, isinya cairan, kalau dibuka lewat regulator, keluar gas. Namun jelasnya bentuk dari LPG yaitu cairan, ini didapat dari pemampatan gas butan dan propan dengan tekanan yang tinggi atau dengan mendinginkan hingga gas mencair. Jadi pada suhu biasa, cairan tersebut akan berubah menjadi gas. Saat diisikan ke dalam tabung, berbentuk cairan, namun ketika mengalir melalui selang sudah berbentuk gas, hingga cairan hampir habis dan tekanan tidak cukup kuat untuk mendorong gas ke atas menuju kompor yang tandanya gas harus diisi ulang.
Karna selanjutnya, biasanya anda akan marah-marah bila tekanan gas tidak seperti biasanya atau kurang atau lebih, Anda akan berprasangka bahwa gas dikurangi oleh agen bila tekanan yang berkurang, lalu anda akan menyalahkan gas boros karna tekanan pada tabung gas kurang. Sekali lagi anda salah. Ibu bapak yang dimuliakan anaknya, hal itu tidak masalah, karena yang menentukan bukan tekanan, tapi isi, sedang menghitung berat isi tabung gas itu bukan dengan tekanan, jadi kalau gas anda boros, itu karna anda sendiri, atau bisa jadi kebocoran.
2. Tabung gas ialah penyebab ledakan dan satu-satunya yang patut disalahkan
Banyak orang bahkan yang berpendidikan tinggi pun masih takut untuk mengutak atik benda biru [15kg] atau hijau [3kg] ini. Alasan mereka karna takut terjadi ledakan, takut terbakar, dsb. Dan mereka cenderung menyalahkan tabung gas apabila ada ledakan atau kebakaran. Mungkin anda salah satunya. Hey dude, how old are you to keep ur f*olish?Kenyataannya, tabung merupakan benda teraman bagi gas selama tidak karatan atau sengaja dibenturkan atau dihancurkan. Namun, dalam penggunaan biasa, tabung tidak akan pernah meledak.
So, what gonna make those little green piece of sh*t blow up?
Satu-satunya hal yang membuat adanya ledakan ialah adanya kebocoran gas. Kebocoran ini dapat berasal dari manapun di luar tabung. Ledakan akan terjadi bila kadar gas dalam ruangan sudah memuncak dan jenuh, sehingga bila ada picuan dari percikan listrik atau api, maka ledakan dipastikan akan terjadi. Hal ini sama seperti ketika kita memainkan korek gas, ketika kita mengeluarkan gas dan menahannya dalam tangan kita lalu dengan cepat kita nyalakan apinya, maka akan terlihat letupan kecil dalam tangan kita. Letupan tadi sebenarnya ialah api yg sedang mencari bahan bakar dan terjadi dengan sangat cepat, lalu kemudian mati ketika bahan bakarnya habis.
Penting untuk anda mengetahui sumber-sumber kebocoran pada instalasinya. Pertama, yang terdekat dari sumber keluar gas ialah regulator. Kedua pada sambungan selang, dan ketiga pada kompor. Regulator rentan sekali bocor, hal ini dikarenakan fungsi regulator yang merupakan alat penahan tekanan dari gas keluar yang kemudian diteruskan ke kompor melalui selang. Didalam regulator terdapat membran penahan tekanan, apabila membran jebol, maka gas akan loss tanpa aturan dengan tekanan yang besar. Karena hal tersebutlah mengapa kita harus memilih regulator dengan kualitas bagus. Selain itu, rajin memeriksa karet pentil di tabung, karena pentil itu yang menentukan apakah regulator akan masuk sempurna tanpa celah atau tidak.
Hal bodoh yang masih tetap dilakukan beberapa orang di indonesia ialah melilitkan karet, plastik, kain atau sejenisnya pada sambungan-sambungan selang gas, bahkan ketika mereka tahu bahwa tidak ada kebocoran pada selang mereka.
Hey, are you really think that ur idea gonna work? Keep ur dreaming off dude.
Pada kondisi normal, kita harus sering mengecek kondisi selang agar tidak pecah-pecah atau bocor. Hal ini bisa dilakukan dengan rajin membersikan selang dengan menyekanya menggunakan air hangat agar kotoran hilang dan kelembaban lapisan luar terjaga.
Agar lebih aman, carilah selang dengan tiga lapisan yang terdaftar dengan standar ISO. Masing-masing lapisan mempunyai kegunaan tersendiri dan tentunya lebih mahal daripada selang biasa. Hal ini menentukan daya tahan selang terhadap tekanan gas. Seperti air, gas juga dapat menembus pori-pori selang, peristiwa ini mirip dengan kapilaritas pada air, dalam hal ini disebut osmosis. Selang yang tidak terawat akan mudah pecah dan mengeluarkan gas dari pori-porinya. Kumpulan gas inilah yang berbahaya dan berpotensi memicu kebakaran.
Tindakan melilitkan sesuatu ke selang disebut bodoh karna hanya merupakan hal yang sia-sia. Bahkan pada contoh ledeng, air pun bisa merembes keluar, terlebih benda gas dengan tekanan dari tabung yang besar akan tetap keluar dari pori-pori selang dan mengumpul pada plastik, karet, atau kain yg melilitnya dan membuat benda tadi rentan terbakar. Lebih aman membiarkan selang apa adanya, dan bila anda mengganggap selang perlu di beri perlindungan pir anti tikus, anda harus lebih sering untuk membuka dan membersihkannya agar gas tidak jenuh terkumpul dalam ruang antar pir dan selang. Selang dengan kualitas baik biasanya telah mengandung bahan anti tikus dalam lapisan luarnya, sehingga anda tidak memerlukan bantuan pir besi yang pudah karatan dan rentan menusuk selang. Lebih baik anda mengeluarkan uang lebih banyak demi keselamatan untuk membeli selang berkualitas ISO.
Untuk masalah sambungan, percayakan saja pada baut pengikat sambungan selang, pastikan saja anda kencang memasang bautnya. Bila selang tersebut bekualitas, maka pada ujung selang yang tersambung dengan tabung, akan ada gotri pengaman, dimana dia akan menutup bila ada kebocoran di selang, dan tentunya akan mengurangi osmosis karena gas ditahan untuk tetap berada di tabung saat tidak digunakan. Jadi jangan iseng untuk memotong selang jika terlalu panjang, pastikan anda tidak memotong dan membuang pengaman pada selang tersebut.
4. Menyiram tabung gas dengan air saat terjadi kebakaran
You can tell your mother that water and gas is like fire and water, they can't blend. Jadi bila ada api nyamber, jangan ambil air. Langkah pertama ialah copot regulator secepatnya, seperti yang sudah saya jelaskan diatas, tabung tidak akan meledak kecuali ada kebocoran gas. Ketika anda mencabut rebulator, maka gas akan berhenti dan api pun padam (kecuali jika api telah membakar sesuatu yang lain, maka anda perlu air untuk memadamkannya).
Sorry, but it hard to put it off!!
Itu hanya alasan, memasang dan melepas regulator ialah sesuatu yang gampang, kakek saya pun bisa, sayang beliau sudah tiada. Be peace!! Memang gampang kecuali anda telah memasang embel-embel pengaman dsb diatas regulator yang membuatnya susah untuk dipisahkan dengan tabung. Regulator dibuat seefisien mungkin untuk dapat dengan mudah dilepaskan dengan sekali gerakan. Anda hanya perlu memutar kenop regulator ke atas dan tekanan gas pun berhenti. Yap, only that simple. Jadi jangan menaruh benda apapun diatas regulator, regulator yang baik justru bekerja tanpa bantuan alat lain apapun.
Tindakan selanjutnya ialah mendinginkan tabung, dan menjauhkan dari sumber panas, dengan sigap setelah regulator terlepas, ambil kain atau goni basah dan tutupkan pada leher tabung, atau lemparkan ke pasir. Hal ini agar leher tabung tidak memuai, karna bila memuai, maka patrian antara leher dengan pintu gas akan terkoyak karena tekanan didalam gas yang membuat gas keluar.
Woy itu panas jendral!! Iye aye tau komandan, tapi jentel dikit nape demi nyawa bersama. Lebih baik sedikit merelakan tangan anda untuk berpanas ria, atau bila cekatan, anda bisa mencari kain lebih banyak, toh bila si hijau yang bermasalah, cukup dengan satu tendangan maka tabung terpental. Bahkan nenek saya bisa, sayang cuman bisa teriak-teriak maksudnya (nenek saya masih hidup, jangan pikir lain).Baiklah agan agan sekalian, tiba saat terakhir sikap keliru pelanggan LPG di indonesia.
5. Membeli tabung dari tampangnya
"Nyak, beli tabung yang 3 kilo atu, nih yang ijonye paling kinclong ye."
Anda kira anda sedang beli pakaian lebaran. Pokoknya ungkapan, "Don't judge the book by its cover", juga berlaku buat tabung gas. Kebanyakan orang membeli gas dari penampilan tabung dan tekanan yang besar.
Hal yang harus diperhatikan justru ada dibalik jubah leher tabung. Disana ada informasi kelayakan tabung yang dipahat, info mengenai berat tabung, tahun pembuatan, dan yang terpenting ialah usia pakai. Biasanya tabung akan ditera ulang setelah 5 tahun. Artinya bila lebih dari 5 tahun dan masih di edarkan, maka anda dapat mendatangi manajer pertamina sambil membawakan lagu kebangsaan atau sambil ngomel nyerocos, its up to you madam. Dan disinilah pada pemain latar hitam muncul, mereka membeli tabung yang seharusnya didaur ulang, dan merekondisi tampilannya agar menawan dan menjual kembali ke distributor daerah. Kalau tak jeli, bisa saja anda tertipu tampang lugu nan elok si bogel hijau tua.
Dari beberapa kekeliruan diatas, berikut simpulan tips untuk anda pengguna LPG:
a. Rajinlah memeriksa sambungan regulator, selang dan kondisi kompor;
b. Memasaklah pada kondisi dapur yang terbuka agar gas bisa terbawa angin, dapur dengan jendela dan ventilasi yang besar juga mencegah adanya ledakan gas karena gas tidak berkumpul dalam satu ruangan namun bertukar dengan udara lainnya;
c. Belilah regulator dan selang dengan label ISO, yakni standard kelayakan pakai internasional;
d. Cabut regulator dari tabung bila anda akan bepergian, tindakan ini mencegah gas terus menerus keluar secara osmosis melalui selang, dan memperlama usia pakai regulator;
e. Hemat bahan bakar, biar cucu cicit kalian bisa merasakan bahan bakar juga.
And the last, be smart for ur safety, dan buat yang sudah baca, bisa kasih tau juga nyak babe tetangga kanan kiri tentang kebenaran ini (kaya di sinetron aja).







4 comments:
Great Tips Thanks!
btw, regulator ISO plus SNI kan tidak banyak, apakah ada rekomendasi? And denger2 SNI bisa "dibeli" dengan uang, what do u think?
Thanks...
Eh om.. Ane lg nyari kuncian regulator yg terpisah.. Rencananya ane mo bikin regulator propane refill (biar bisa isi ulang gas kaleng... Biaasa... Tukang kemping nih skwkwkk)
Mohon petunjuknya
Thanks...
Eh om.. Ane lg nyari kuncian regulator yg terpisah.. Rencananya ane mo bikin regulator propane refill (biar bisa isi ulang gas kaleng... Biaasa... Tukang kemping nih skwkwkk)
Mohon petunjuknya
Post a Comment